Senin, 28 Oktober 2013

The Bracelet

Title : The Bracelet
Genre : Romance, Horror/Scary, Fantasy, Sad,Mysterious  , Seohyun POV
Length : Oneshoot
Author : Widya Puspita Garini
Rate : 12+
Cast : - Seo Joo Hyun (SNSD)
- Cho Kyu Hyun (Super Junior)
Other Cast :
- Eomma Seohyun
- Sunhee (O.C)
 - Mrs. Jungmi(O.C)
- Shinmi (O.C)
- Zwegole (O.C)

Add Me on Facebook : Widya Puspita Garini SeoMates --> [Click here]
Follow my Instagram : widya_puspita1109 --> [Click here]

~Happy Reading~

            "Aigooo!! Eommmaa.. Aku pergidulu ya! Aku sudah terlambat!!" Aku mulai terburu-buru, sekarang pukul06.55. Dan pelajaran dimulai pukul 07.00. Aku mencium pipi Eomma dan pergi
"Aduuhh!! Joohyun! Kamu belum sarapan!"Eomma khawatir
"Nanti saja Eomma!"
             Seo Joo Hyun, itu namaku, aku berumur 17tahun. Aku bisa disebut 'Lazy Girl', inilah kebiasaanku. Terlambat masuksekolah, Lupa mengerjakan PR, itu hal biasa bagiku. Hukuman juga sudah menjadihal biasa. Entahlah, sangat sulit mengubah kebiasaan jelekku itu. Tapi, akujuga tahu bahwa itu tidak pantas bagi seorang Yeoja. Aku berangkat sekolahmengendarai Sepedaku, cukup aneh, zaman modern seperti ini, aku mengendaraisepeda sementara teman-temanku memakai mobil. Ini hanya keinginanku.
            Dengansekuat tenaga aku kayuh pedal sepedaku yang berwarna merah terang itu."Aku pasti dihukum lagi! Huft..." gumamku dalam hati. Beberapa kayuhlagi aku sampai ke gerbang sekolah. Akupun sampai di sekolahku, dan disanasepertinya kegiatan belajar sudah dimulai. Dengan menyelinap aku masuk kedalamsekolah, tiba-tiba...
"SEOHYUN!! TERLAMBAT LAGI?!" Oops..
~~~~~
            Sudahkukira, aku dihukum lagi. Sialnya, Sekarang hukumannya lebih berat, Merapikanbuku-buku diperpustakaan. Apalagi Perpustakaan Seoul Senior High School(Sekolahku) itu sangat luas dan besar, bisa berminggu-minggu menyelesaikansemuanya. Karena sekarang jam belajar, Perpustakaan sepi sekali.
             Aku sekarang sedang membereskan buku IPA.Tiba-tiba sesuatu membuatku kaget, terdengar suara letupan kecil dan sebuahsinar terang terlihat seperti dari belakang lemari buku. Walaupun sempit, akupaksakan untuk melihat ke belakang lemari, ternyata, sinar itu berasal sebuahkotak berukuran kecil sebesar kepalan tangan orang dewasa. Kotak itu cukupindah, banyak ukiran mewah, juga terbuat dari kayu.
            Dengansusah payah aku meraih Kotak Misterius itu, dan akhirnya... Dapat. "Uhuk..Uhuk.." aku terbatuk-batuk karena kotak itu sangat berdebu, sepertidibiarkan selama bertahun-tahun disana. Dibalik kotak itu, terdapat tulisanbergaya 'italic' (sambung bercetak miring) yang juga bentuk ukiran."Apapun keinginanmu akan terkabulkan bila Kau adalah Pemberani"itulah tulisannya, aku tidak mengerti apa artinya. Tapi intinya, Kotak itumisterius.
            Kriingggg...Kriingggg... Suara bel istirahat makan siang berbunyi, itu artinya hukumankujuga berakhir. Takutnya ada seseorang melihat aku memegang kotak ini, akumemasukkan kotak itu kedalam tas-ku lalu beranjak meninggalkan perpustakaan.
~~~~~
            "Haha!!Kamu bercanda 'kan?" tawa Kyuhyun Oppa tidak percaya setelah aku ceritakansemua tentang Kotak Misterius yang tadi pagi aku temui di Perpustakaan,Namjachingu-ku itu memang tidak selalu percaya tentang semua hal yang misterius
"Ihh Oppaaa.. Aku serius! Mengapa sih oppaselalu tidak percaya kepadaku?" aku mulai kesal, aku sedang berjalanberdua bersama Kyuhyun Oppa menyusuri lorong yang ramai
"Mana coba aku lihat kotak itu? Haha!"wajah Kyuhyun Oppa masih memerah karena tadi tertawa terbahak-bahak
"Ada di tas-ku! Sekarang kita ke kelasku saja,kelasku selalu kosong di jam istirahat!"
"Nanti saja setelah Makan siang! Aku lapar!Ya?" Kyuhyun Oppa mulai mengeluarkan Puppy Eyes-nya, Hmm.. Sebenarnya, akujuga lapar, tentunya karena hukuman tadi, lagipula kan aku belum sarapan
"Hmm.. Baiklah Oppa!" akupun mengangguk,Kyuhyun Oppa menggandeng tanganku lalu kami berjalan ke Kantin.
~~~~~
            "IniOppa! Bagaimana?" aku menyerahkan Kotak Misterius itu kepada Kyuhyun Oppayang duduk disebelahku di bangku kelasku
"Apa isinya?" Kyuhyun Oppa mengocok Kotakitu, didalamnya hanya terdengar suara barang ringan
"Entahlah Oppa! Coba aku buka!" perlahanaku buka Kotak itu, dan dalamnya,,, hanya gelang yang ada di atas bantal merahkecil sebesar kotak itu, gelang itu sepertinya terbuat dari logam anti karat
"Hanya gelang? Hahaha! Aksesoris Yeoja sepertiini kamu bilang Misterius? Hahaha! Kau lucu Chagi!" Kyuhyun Oppa tertawalagi sambil menepuk kepala bagian atasku "Ehh,, tunggu! Tapi,, sepertinyakalau kau pakai Gelang ini sepertinya bagus! Coba kau pakai!"
"Ihh Oppa! Oke oke! Aku pakai!" akupunmemakai gelang itu, dan tiba-tiba... Aku merasa ada yang mencekik leherku, danaku ada di suatu tempat yang tidak aku kenal, didalam ruangan tua. Denganmerasa napasku sesak, seseorang yang berwajah tidak jelas menghampiriku"Kau tidak bisa lari dariku.." suara berat yang menyeramkan terdengarjelas ditelingaku.
            "Seohyun!!Seohyun-ah!" akupun tersadar kembali, dan Kyuhyun Oppa terlihat sedangmenepuk pundak-ku
"Waeyo Chagi?" Kyuhyun Oppa mulai cemas
"An,, anniyo Oppa! Na Gwechanayo!" akuterengah-engah, dan jantungku berdetak cepat, aku sengaja tidak menceritakanapa yang terjadi. Aku pikir, sebaiknya ini rahasiaku saja, dan aku akanmenceritakannya bila sudah tepat waktu
"Jinjja?"
 "NdeOppa!" akupun tersenyum hambar
"Baiklah!! Kau bagus juga memakai gelangini!"
~~~~~
            Besoknya,
Entahlah, sesuatu seperti mengajakku untuk datanglebih awal untuk pergi kesekolah. Tadi malam, hal baru juga terjadi, aku ingatPR yang belum aku kerjakan. Sepertinya ini berkat adanya Gelang ini. Tapi,,sebaiknya aku jangan percaya hal ini dulu.
"Seohyun-ah! Gelangmu bagus! Kamu beli dimana?" puji Sunhee, teman sekelasku di kelas 12-g
"Umm.. Aku,, emm,, ini diberi KyuhyunOppa!" ucapku berbohong
"Hwaaaa... Kyuhyun Oppa romantiiss.. Aku sangatingin mempunyai Namjachingu seperti Kyuhyun Oppa!" kata Sunhee, aku hanyatersenyum malu. Aku melihat, jauh dibelakang Sunhee, sebuah bayangan bergerakcepat kearah Perpustakaan
"Apa itu?" kataku sangat pelan dankeheranan, mungkin terdengar oleh Sunhee
"Apanya yang apa?" Sunhee berbalik, akumenarik tangannya untuk mengajaknya pergi ke Perpustakaan
"Kyaaa Seohyun!! Kita akan pergi kemana?!"
"Ayo kita pergi ke perpustakaan!"
~~~~~
            Kerumunanorang ada di dalam perpustakaan, tepat di depan Lemari Buku IPA. Entah apa yangterjadi, aku melihat Kyuhyun Oppa ada di paling belakang, ia sedangberjinjit-jinjit. Seperti ingin mengetahui apa yang terjadi, aku dan Sunheemenghampirinya
"Waeyo Oppa?" tanyaku kepada Kyuhyun Oppa,Kyuhyun Oppa-pun berbalik
"Entahlah! Aku juga tidak tahu!" KyuhyunOppa mengangkat bahunya, seorang siswa Namja lain melewat disebelah kamibertiga
"Waeyo?" tanya Sunhee ke siswa itu
"Seorang siswi Yeoja terbunuh!" jawabSiswa itu
"Mengapa terjadi?" Kyuhyun Oppa angkatbicara
 "Aku taktahu! Tetapi di pergelangan tangannya terdapat seperti luka senjata tajam!Karena mengeluarkan darah!" kami bertiga kebingungan
 "Mungkinitu karena pembunuhan!" aku mencoba menebak
 "Itutidak mungkin! Karena tidak ada sidik jari pelaku! Permisi!" Siswa itupergi.
            Akumemaksa menerobos kerumunan siswa, dikuti Kyuhyun Oppa, lalu Sunhee. Disanaterdapat Seorang Yeoja berseragam Seoul Senior High School yang sama sepertikupakai tergeletak tak bernyawa, aku melihat tangan kanannya dan benar saja...Darah segar mengalir dari pergelangan tangan kanannya, Luka itu seperti lukabekas gelang yang kupakai, yang kutemukan kemarin. Bergiliran aku melihatpergelangan tangan kanan jasad itu dan pergelangan tangan kananku yang dihiasigelang dari kotak misterius itu.
~~~~~
            Malamnya,
Kusimpan Gelang Misterius itu kedalam Kotaknya.Aku-pun duduk di atas kasurku, dan memandang jelas Kotak itu. Secara acakkejadian Tewasnya Yeoja itu masih terbayang jelas di pikiranku. Apa yangmembuat Yeoja itu Tewas? Apa ada hubungannya dengan gelang ini? Bukannya Hidupdan Mati hanya ada ditangan Tuhan? Tetapi entahlah.
            Akuberanjak dan menyimpan kotak itu didalam lemari buku setinggi pinggangku.Tiba-tiba Praaaanggg... Sesuatu mengagetkanku, seperti suara barang pecah,padahal aku seratus persen sadar bahwa aku tidak menyenggol barang apapun.Setelah berbalik,, terlihat Foto-ku bersama Sunhee berbingkai kaca tergeletakbegitu saja di lantai, dan anehnya kaca yang pecah hanya dibagian Sunhee saja.
~~~~~
            Besoknya,
"Seohyun-ah! Nilai IPS-mu itu termasuk kedalamnilai 10 besar terbaik! Chukkaeyo!" Kyuhyun Oppa kegirangan, aku-punkaget, juga Sunhee yang ada disebelahku terlihat senang
"Jinjja?" aku tidak percaya, karenabiasanya nilai IPS-ku paling jelek, bahkan aku sering Remedial di bidang IPS,dan sekarang Kyuhyun Oppa berkata bahwa nilai-ku masuk 10 besar
"Nde Kerohyun! Aku tidak berbohong! Aku tahudari Majalah Dinding!" Aku berlari secepat mungkin untuk melihat kemajalah dinding, dan benar saja, namaku tertera disana. Ini membuatku semakinyakin, bahwa ini berkat Gelang Misterius itu. Dan aku memandangi GelangMisterius yang sedang aku pakai.
             Kriingggg... Kriingggg... Suara bel terdengar,itu berarti, waktu istirahat selesai. Dan aku berjalan menuju kelasku.
~~~~~
            Sesuatutidak terjadi apapun yang aku alami, semua berjalan normal. Sampai pelajaranterakhir hari ini, Pelajaran IPA. Mrs. Jungmi, itulah guru yang mengajari IPAdikelasku
"Sunhee! Bisa bantu Mrs.?" ucap lembutMrs. Jungmi kepada Sunhee yang duduk disebelahku, kami memang teman sebangku,dan kebetulan kami duduk di paling depan dekat meja guru
"Oh! Nde Mrs.! Saya bisa! Ada bantuanapa?" Sunhee menjawab yakin
"Tolong bawakan Makalah IPA, di Perpustakaanbagian Lemari IPA-nya ya!"
 Mwo?! LemariIPA? Ya Tuhan! Perasaanku mulai tidak enak! Tidak,, tidak! Tidak boleh! Jangansampai Sunhee kesana! Aku takut,, aku takut ada yang terjadi pada Sunhee
"Baik Mrs.!" Sunhee berdiri, aku memegangtangan-nya untuk mencegahnya, lalu menggelengkan kepala
 "WaeyoSeohyun?" kata Sunhee pelan
 "Andwaeyo!"
 "Andwaeyo? Gwechanayo Seohyunnie! Akuhanya sebentar!" aku masih memegang tangan Sunhee, dan Sunhee-pun denganpaksa melepaskan peganganku
 "Tapi,,tapi,," Sunhee tetap tidak mengubris laranganku, lalu ia pergimeninggalkan kelas. Aku hanya menghela napas menyerah. Baru beberapa menitSunhee pergi, Sesuatu terasa aneh, aku tiba-tiba berada di tempat yang samasaat aku pertama kali memakai gelang itu. Dan diujung sana aku melihat Sunhee
"Bantu aku Seohyun! Bantu aku!" suararintihan mengerikan Sunhee terdengar jelas ditelingaku
"Sunhee! Sunhee!" aku merasa ingjn teriak,tetapi, hanya suara dari dalam hatiku saja.
            "Seohyun-ah!Seohyun-ah!" tegas Mrs. Jungmi menyadarkanku, sepertinya sekarang wajahkuterlihat sembab
"Sunhee!" aku teringat Sunhee di kejadianpada bayanganku itu. Aku langsung berlari secepat mungkin ke perpustakaan.Persetan dengan hukuman Mrs. Jungmi karena aku pergi tanpa pamit saat jampelajarannya, lebih-lebih saat ia ada didalam kelas.
            Akhirnyaaku sampai di depan pintu Perpustakaan, dengan cepat aku menuju ke lemari IPA.Dan,, Sudah terlambat, Sunhee sudah tergeletak di lantai. Posisinya sama persisdengan Yeoja yang tewas misterius kemarin, di pergelangan tangannya juga terdapatluka seperti bekas gelang. Kantung mataku tak mampu lagi membendung air matakuyang makin menderas. Aku tak percaya, Sunhee yang sudah menjadi sahabatkuhampir tiga tahun sekarang meninggalkanku dengan cara tragis.
             Aku memegang urat nadi di pergelangan tangankanannya berharap dia hanya sekedar pingsan ringan,, dan,, tak terasa detakkehidupan disana. Air mataku mulai menetes dan membasahi pipi-ku."Sunhee-ah! Bangun! Sunhee!!" panggilku berharap Sunhee terbangunlalu berkata "SURPRIZE!" dan banyak orang datang sambil tertawa puas,tetapi tidak. Tak ada respon apapun darinya.
~~~~~
            TamanPusat Kota, Seoul
"Sudahlah Joohyun! Biarkan saja Sunhee pergidengan tenang!" Kyuhyun Oppa duduk disebelahku sambil menepuk punggungku,sementara aku, aku menutup wajahku untuk menghalangi tangisanku karenakehilangan Sunhee
 "Oppa!Hiks.. Hiks.. Kemarin Siswi Yeoja lain yang meninggal, Sekarang Sunhee, BesokSiapa lagi? Dan Juga lusa!! Ya Tuhan!! Mengapa seperti ini? Hiks.. Hiks.."aku tetap menangis
"Mungkin ada hubungannya dengan Gelang iniJoo!" aku hanya membelalakan mataku, dan berhenti menangis "Kau haruslepaskan Gelang ini!" Aku mulai ketakutan dan menutupi gelang misteriusitu dengan tangan kiriku
"Ann,, Anniyo Oppa!" aku menggeleng
 "Kau maulebih banyak lagi korban karena Gelang ini?! Apa kau tidak mengerti? Gelang inimembutuhkan korban!"
 "TetapiOppa! Semenjak ada gelang ini, Semua kebiasaan negatif-ku hilang! Aku merasaberubah!"
 "Ituberarti kau curang! Ini sama saja membohongi dirimu sendiri!" Aku hanyatertunduk lalu berdiri, awalnya aku ingin pergi,, tetapi Kyuhyun Oppamencegahku dengan cara memegang tangan kananku
"Dengarkan aku Joo!" Kyuhyun Oppamembalikkan badanku, kami sekarang berhadapan dan Kyuhyun Oppa menggenggamkedua tanganku, mataku berkaca-kaca
"Lepaskan gelang itu! Dan kau harus yakin bahwakau bisa lebih baik tanpa gelang itu!" Sesuatu seperti membisikan ketelingaku agar aku tidak melepaskan gelang misterius yang sedang kupakai ini.Aku menunduk, lalu memandangi gelangnya "Tapi,, tapi,," kataku pelandan tetap keras kepala, Kyuhyun Oppa hanya terdiam dan melepaskan genggamannya"Terserah apa katamu!" Kyuhyun Oppa pergi begitu saja
Bruukkk... Aku memeluk Kyuhyun Oppa dari belakang,dan dia hanya diam "Baiklah Oppa! Aku akan melepaskan Gelang ini, tapibesok! Besok kan hari terakhir Ujian Tengah Semester! Setelah itu, aku akanmelepaskannya, aku janji! Hiks.. Hiks.." Kyuhyun Oppa-pun berbalik"Janji?" "Umm,, Nn,,nde! Aku berjanji!" aku mengangguksedikit, Kyuhyun Oppa tersenyum lalu memelukku.
~~~~~
            Ruangan ini lagi, Ruangan tua gelap yangsama persis dengan bayangan saat pertama kali aku memakai gelang ini."Seohyun-ah!" panggil seorang Yeoja sambil merintih, Seperti suaraSunhee. Suara itulah yang membuatku berjalan lebih jauh lagi kedalam kegelapan,Ruangan itu sangat luas, temboknya terbuat dari kayu yang hampir keropos,cahaya hanya dari celah-celah atap.
            Aku terus berjalan menyusuri Ruangan yang kosong itu,diluar sepertinya siang hari. Entah dimana ujung dari Ruangan ini. Langkahkuterhenti setelah melihat Seorang Yeoja yang wajahnya tidak jelas karena gelap,rambutnya terurai panjang tidak beraturan. Dan memakai seragam sekolah yangsama denganku "S,,se,,sela,,m,matkan K.....n Oppa!" katanya tidak jelas,suaranya seperti Sunhee "Selamatkan siapa? Kau siapa?" tanyaku,bermaksud untuk menyuruhnya berkata lebih jelas "Ce,,pat Seohyun!"
"MWOYA?" dan ternyata itu hanya mimpi.
~~~~~
            DiTaman Sekolah
 "Annyeonghaseyo Seohyun Sunbae!"Sapa Shinmi, adik kelasku itu sangat dekat denganku. Hanyasaja, semenjak akunaik ke kelas 12, dan dia naik ke kelas 11, kami jarang berkomunikasi lagi
"Ehh! Annyeonghaseyo nado!" aku membalassapaannya, lalu ia duduk disebelahku.
"Sunbae! Aku turut berduka cita ya atasmeninggalnya Sunhee Sunbae!"
"Umm,, nde,, Khamsanghamnida Shinmi!" akutersenyum lalu menepuk pundaknya
"Umm,, Sunbae! Kau tidak memakai Kalungpemberian Kyuhyun Sunbae!" wajah Shinmi terlihat bingung, akupun memegangleherku guna memeriksa keadaan kalung pemberian Kyuhyun Oppa saat aku Ulangtahun, tahun lalu. Dan ternyata tidak ada disana. Tadi pagi sungguh aku tidaklupa memakainya
 "Omo!Kyaaa... Kalungku dimana! Ya Tuhan,, Kalau hilang,, gawat!? Shinmi! Bantu akumencarinya!"
 "NdeSunbae!" Shinmi mengangguk lalu mencarinya.
             Aku merangkak untuk mencari kalungnya dirumput bawah bangku yang tadi aku duduki bersama Shinmi. Dan ternyata Kalungnyaada di sebuah lubang hitam tanah kecil yang ada dibawah bangku kami. Lubangnyatidak dalam, sekitar 10 cm. Akupun memasukkan tangan kiriku kedalamnya danakhirnya,, dapat. Pada kalung itu terdapat sebuah liontin indah, dan entahpikiranku yang sedang 'error' atau apapun itu, pada liontin itu terdapatbayangan Kyuhyun Oppa yang sedang kesakitan.
            Akupundengan cepat berlari menuju Perpustakaan, dan aku sampai di Perpustakaan dekatLemari IPA-nya dan ternyata disana terdapat Lubang seperti 'Black Hole' yangada diluar angkasa. Lubang itu bercahaya sangat terang. Entah apa yang terjadibila sesuatu masuk kedalam sana. Makin lama Lubang itu membesar sehinggamenghampiri tempat aku berdiri, dengan pelan aku mundur,, mundur,, mundur."Aaaaaa.. TOLONG....!!!" Tapi tetap saja aku terperosok kedalamnya,dan aku tidak mengingat apapun saat aku masuk kedalamnya.
~~~~~
            Akuberada di ruangan ini lagi. Aigoo,, kepalaku sakit sekali. Pasti tadi karenakepalaku terbentur keras ke lantai. Akupun berdiri, "Halo...." akuberteriak memastikan bila ada seseorang, tak ada jawaban, tapi hanya suarabergema kata 'Halo' yang tadi aku teriaki.
            Terdengarsuara letupan kecil, dan terlihat asap ungu di depanku, sekitar 10 meter daritempat aku berdiri sekarang. Dan terlihat Seorang Namja yang sudah sangat tua,berjenggot putih, bertopi panjang, dan bertongkat, seperti Penyihir. Iaberjalan ronta mendekatiku, aku takut lalu mundur perlahan
"Jjjaangan ttaakut nak!" katanya bersuaraala seorang kakek
"S,,siapa k,,kau? A,,aku ada d,,dimana? Apamaumu?" aku bertanya tiga pertanyaan dan itu sangat penting menurutku
"Hahaha..." ia tertawa hambar "AkuZwegole, kau berada di Nightmare Room"
 "DimanaKyuhyun Oppa?! Kau apakan dia?!"
 "Hahaha..." bukanya menjawab, diahanya tertawa
 "Aku takbutuh tawaanmu Zwegole! Yang kubutuhkan adalah jawabanmu! Mana KyuhyunOppa?!" aku mulai geram, melepaskan gelang misterius itu dan bersiap untukmembanting gelang itu kebawah "Atau ku banting gelang ini!"
 "Oh..Jangan-jangan!! Jangan banting Gelangnya! Dengarkan baik-baik dan Resapiperkataanku! Semua yang kau inginkan akan terwujud dengan gelang ini! Jadi,,kau hanya memberikan Namjachingu-mu itu dan kau akan dapatkan segalanya yangkau mau!" katanya panjang lebar. Aku menatap gelang itu dan mengeratkanpeganganku pada gelang itu. Kata Zwegole benar juga, aku butuh gelang ini, inibisa memperlancar kebahagiaanku untuk masa depan.
 Tapi,, akumenjadi ingat perjanjianku kepada Kyuhyun Oppa bahwa ini adalah hari terakhirkumemakai gelang ini. Dan juga perkataan Kyuhyun Oppa, bahwa "AKU HARUSYAKIN BAHWA AKU BISA LEBIH BAIK TANPA GELANG INI!!" Aku berteriak danmembanting gelang itu ke lantai. Lama-kelamaan gelang itu berubah menjadikobaran api yang membesar dan membakar dinding ruangan yang terbuat dari kayuitu, sementara Zwegole kaget dan terjatuh, dengan penuh kebencian akumendekatinya
 "Dasarkakek tua! kau tahu? Aku itu tidak bodoh! Aku pasti bisa sukses tanpa gelangterkutuk itu!" Zwegole makin lama semakin lemah. Anehnya, ia berubahmenjadi seperti debu yang tertiup angin, debu itulah yang membuat aku tiba-tibakembali berada di Perpustakaan Sekolah dan di tanganku terdapat Kotak Misteriusitu.
            Akuberlari secepat mungkin ke arah kelas 12e yaitu kelas Kyuhyun Oppa, untukmemastikan keberadaan Kyuhyun Oppa. Tadi aku sudah bertemu Sunhee, danSesampainya, dengan terengah-engah akupun tersenyum hambar, karena aku melihatKyuhyun Oppa sedang duduk di bangku-nya sambil membaca sebuah novel
"Oppa!" panggilku kepada Kyuhyun Oppa, akuberlari kearahnya lalu memeruknya dengan erat dan menangis entah mengapa
 "Sudahlah Seohyun-ssi! Semuanya sudahkembali bukan? Anggap saja kejadian itu hanya angin yang sudah berlalu!"mataku terbelalak, aku kira hanya aku saja yang mengalami kejadian itu, akuperlahan melepaskan pelukan itu
"Jadi,, jadi Oppa juga mengalaminya?"
"Iya... Saat itu aku sedang disebuah RuanganGelap! Dan entah mengapa aku kembali ke posisiku sebelumnya!! Kamu tidakapa-apa kan?"
"Anniyo Oppa! Na Gwechanayo!" Jadikejadian itu hanya sebuah lamunanku saja? Itu hanya bayangan? Mengapa bisa?
"Umm,, Oppa!"
"Nde?" "Lalu,, Apa yang harus kitalakukan pada Kotak ini?" aku menunjukkan Kotak Misterius ini yang sedangaku pegang, lalu kami saling beratapan.
~~~~~


*EPILOG*

            Siswa-siswikelas 12 Seoul Senior High School hari ini Sedang Berbagi kebahagiaan, ada yangmenangis karena berpisah dengan sahabatnya, ada yang berfoto bersama. Cukupdengan kata 'Lulus' Mereka sudah bersuka ria.
 "Oppa!Setelah ini, Oppa akan Kuliah dimana?" tanyaku sambil berjalan bersamaKyuhyun Oppa berkeliling sekolah untuk yang terakhir kalinya
 "Akuingin di Internasional Seoul University, Bagaimana kalau kita berkuliah diUniversitas yang sama?"
"Ummm.. Baiklah Oppa!" aku tersenyumsambil mengagguk kecil. Ternyata benar, ternyata aku bisa lulus tanpa GelangTerkutuk itu, hanya dengan bekerja keras, belajar yang rajin, aku bisa sekolahdimana aku mau.
"Seohyun-ssi! Kyuhyun Oppa!" panggilSunhee dari kejauhan dan mendekati kami
"Mwoya?" ucapku dengan tersenyum
"Kalian juga lulus?" tanyanya sambilkegirangan
"Tentunya!!" Aku mengangguk, Aku melihatke pergelangan tangan kirinya, dan terlihat sebuah gelang
"Sunhee! Itu gelang barumu?" tanyaku ramah
 "Ohh!!Nde!! Bagus bukan?" ia menunjukkanya kepadaku dan Kyuhyun Oppa, danternyata adalah Gelang Terkutuk itu, aku melihat kepada Kyuhyun Oppa sambilkebingungan, dan Kyuhyun Oppa juga terlihat kebingungan
 "K,,kaud,,dapat darimana gelang itu?" tanyaku keheranan
"Aku menemukannya didalam sebuah Kotak aneh dibelakang lemari IPA Perpustakaan saat akan mengembalikan buku IPA yangkupinjam!" katanya penuh percaya diri, aku dan Kyuhyun Oppa Salingbertatap keheranan.
"HAH??!!"


*~/THE END\~*


Thanks for Reading!!
Ada Saran, Kritik, atau Komentar?


FF ini juga dapat dibaca di --> [Click here]

Scary and Romantic

Title :Scary and Romantic
Author : Park Soo Ra
Genre : Romantic, Sad, Scary/Horror, Oneshoot,Seohyun POV
Cast :
- Seo Joo Hyun (Yeppo Yeoja yang selalu dihantuioleh Yeoja Misterius)
- Cho Kyu Hyun (Kyeopta Namja, Namja Indigo,Juga Calm Namja)
Support Cast :
- Eomma Seohyun
- Appa Seohyun
- Daemin (O.C)
- MinShi (O.C)
- Seo Park Hyun (O.C)

Add me on Facebook : Widya Puspita Garini SeoMates --> [Click here]
Follow my Instagram : widya_puspita1109 --> [Click here]


ツ Happy Reading ツ


            "Dasar Anak tak tahu diuntung! Mau jadiapa kau besar nanti? Hah? Kau sudah hampir merusak semua barang dirumahku!" omel seorang Namja yang sudah agak tua dan dibelakangnya adaSeorang Yeoja yang sudah keibuan yang juga berwajah penuh amarah
PLAKKK... Namja itu menamparku dan tepat dipipiku.


+-+-+-+-+

            "ANNIYO!"aku terbangun dari mimpi burukku. Mimpi itu selalu diputar bagaikan film yangmengikuti iringan waktu, ingin rasanya aku menghentikan mimpi aneh itu. Eommadatang karena khawatir "Waeyo Chagi? Mimpi buruk lagi?" tanya Eomma
"Nde! Aku tak tahu mengapa mimpi itulagi!"

+-+-+-+-+

[Besoknya di Perpustakaan Sekolah]

            Takseperti biasanya, Perpustakaan terasa sepi, sangat sepi. Aku tak menghiraukansemuanya, aku tetap membaca novel inspiratif yang aku pimjam "hiks..hiks.. hiks.."
#hening#
Tangisan itu lagi, tangisan seorang Yeoja yangterdengar seperti hantu, menyeramkan. Kata Kyuhyun Oppa, ini bukan semacamindigo, karena aku mungkin bisa melihat wujud Yeoja itu saja, sementara yanglain belum tentu.
"Seohyun-ah!" tangisan itu berubahmenjadi panggilan namaku, aku merasa takut lalu berlari menuju pintu keluar
BRUKK... Aku tidak sengaja menabrak Kyuhyun Oppasehingga aku jatuh terduduk. Kyuhyun Oppa terlihat kaget dan menjulurkantangannya untuk membantuku berdiri, akupun berdiri. "Mianhaeyo Chagi! Kamutidak apa-apa kan?" katanya meminta maaf lalu memelukku
"Anniyo Oppa! Na Gwechanayo!" katakusambil perlahan melepaskan pelukan itu
"Lalu, Kenapa kamu berlari? Wajahmu jugaagak pucat! Chagi, kamu sakit?" tanya Kyuhyun Oppa khawatir dan memegangkedua bahuku. Kyuhyun Oppa adalah Namja Chinguku semenjak 2 tahun lalu
"Anniyo Oppa! Aku,, umm,, mendengarnyalagi!"
"Sudah Chagi! Tak apa! Sekarang kita keluarsaja!" Kyuhyun Oppa merangkulku dan mengantarku sampai ke kelas.

+-+-+-+-+

17.00 KST

            Gemerecikhujan menemaniku disaat sore hari sepi ini. "Bus.. Dimana kamu! Aku sudahkedinginan!" kesalku sambil melihat arloji pink pemberian Kyuhyun Oppa.
5 menit kemudian
Aku menaiki bus yang sudah kutunggu, dan akulalu mencari bangku yang kosong.
            Didalam bus, tersisa hanya aku dan Pak supir. Aku memang turun yang paling akhir.Karena bosan, aku membaca sebuah buku komik keroro.
"hiks.. hiks.. hiks.." Terdengarlagi,, suara yeoja itu lagi. Omona,, mengapa terdengar lagi. Keringat dinginkumulai berkeluaran, sangat lemas. Dan entah apa yang harus aku lakukan.
Aku melirik apa yang disekitarku. Darah, darahada dimana-mana. Bulu kuduk-ku mulai berdiri, ingin aku menangis, karena daridulu aku sangat takut dengan darah. Aku memutuskan untuk kedepan dan mengobroldengan pak supir bus.
"Annyeong haseyo! Seohyun Imnida!"kataku menyapa Pak Supir itu sambil membungkuk-kan badan
"Ehh.. Annyeong haseyo! Daeminimnida!" katanya tersenyum meskipun tatapannya masih ke arah jalan
"Ahjussi! Bolehkah aku duduk di kursiitu?" kataku agak sedikit ragu
"Boleh! Silahkan!" katanya ramah"kau sendirian?" lanjutnya sambil bertanya
"Nde ahjussi! Wae?"
"Jeongmall? Tadi aku melihatmu naik denganseseorang di belakangmu!"
Seseorang? benarkah? di halte itu akubenar-benar sendiri! Tak mungkin ada seseorang mengikutiku dari belakang.
Aku menengok ke belakang, pastinya menengokkursi-kursi kosong di bus itu.
"Seseorang?" kataku bertanya kepadasupir itu
"Nde! aku tak bercanda! dia sangat miripdenganmu! wajahnya, tingginya, rambutnya, warna kulitnya pun mirip denganmu!hanya saja, ia memakai seragam sekolah serba putih" kata supir itu yakinmeski tatapannya masih ke arah jalan.
Sungguh, aku benar-benar sendiri di halte itu.Misterius. Tanpa sadar aku menggigit bibir bawahku karena perasaanku ituterbawa dengan kata 'bingung'.
            Akuturun disebuah halte sepi dan ... menyeramkan. Itu memang satu-satunya halteyang dekat dengan rumahku. meski aku harus berjalan lagi untuk sampai tepatdirumahku.
Suara Ringtone ponsel-ku berbunyi, artinya adaseseorang menelponku. 'Kyuhyun Oppa' tertera tulisan itu disana aku segeramenjawabnya
"Annyeong Oppa! Waeyo?" kataku 'to thepoint'
"Besok pukul 14.00 KST, aku tunggu kamu diNamyeong Café! Bisa?"
"Nde Oppa!" aku segera menutuppercakapan itu dan memasukkan ponselku ke tas, lalu berjalan kembali menuju kerumahku.

+-+-+-+-+

            "Akupulang!!" kataku memberi tanda. Berharap Eomma dan Appa menyambutkepulanganku dan bertanya apa kejadian yang terjadi disekolah, atau semacamnya,seperti keluarga bahagia lainnya.
Ternyata tidak.
Barang-barang berantakan dimana-mana.
"OH YA? INI SEMUA KARENAMU! KAU YANGMENGAWALI SEMUA INI! KAU LEBIH MEMBELA YEOJA MURAH*N ITU! TANPA MEMIKIRKAN BAGAIMANAMASA DEPAN SEOHYUN!" teriak Eomma dengan suara penuh amarah. Suara ituterdengar dari arah dapur.
Aku sedikit mengintip dari ruang tengah kedapur, berharap tanpa diketahui Eomma dan Appa. Sudah 2 tahun juga, Eomma danAppa tak pernah berbahagia kembali. Aku sudah berumur 17 tahun. Dan akumengerti semua penyebab hancurnya keluarga kami
"JANGAN PERNAH LAGI KAU MENYEBUT MYEONGHEESEBAGAI YEOJA MURAH*N! DIA ADALAH YEOJA YANG SANGAT MENGERTI PASANGANYA! Takseperti kau! Lebih mementingkan pekerjaan!"
Myeonghee, itulah dia! Penghancur keluarga kami.Yeoja penggoda itu menjadi 'Yeojachingu' Appa.
Menurutku, tak ada salahnya seorang Eommamenjadi Yeoja Karier. Lagipula, semenjak 2 tahun lalu 'lagi'. Appa dipecattanpa sebab yang membuatnya tak mau lagi bekerja. Mau tidak mau, Eomma harusmenggantikan posisi Appa menjadi tulang punggung keluarga. Semenjak itu. Eommamenjadi yeoja karier. Tak mudah memang menjadi Eomma. Bekerja lebih dari 12 jamtanpa memikirkan kesehatannya. Lebih rajin lagi Eomma bekerja, lebih banyakpula gaji yang didapatkan. Setidaknya, bisa untuk membeli bahan makanan setiaphari.
            Tetesanair mulai keluar dari mata Eomma karena kantung matanya tak mampu lagimembendung air mata yang makin lama makin menderas, ia memutuskan beranjak daridapur dan melampiaskan tangisannya di kamar tidur.
Ia berbalik membelakangi pintu, pikirnya, iabisa menangis sepuasnya di sana. Eomma pernah bercerita kepadaku, bahwa iatidak mau menangis didepan Appa karena Eomma tidak mau disebut Yeoja lemah.
Aku menghampiri Eomma yang sedang menangis,walaupun itu bisa membunuhku
"Jadi, Kapan kalian akan benar-benarberpisah?" kataku sangat pelan dan terlihat tenang, walau sebenarnyahatiku menangis, menyadari kedatanganku, Eomma berusaha menghapus bekas-bekastangisannya tetapi itu percuma. Mata dan hidungnya memerah.
"Chagi!" katanya sambil menaruh keduatangannya di kedua bahuku "Antara Eomma dan Appa, mana yang kaupilih?" lanjutnya dengan suara bekas isak tangis
"Tentu saja, aku pilih Eomma!" kamisaling tersenyum dan berpelukan.

+-+-+-+-+

            "Aaaa!! Ampun Appa! Aku tidak akanmembantah Appa lagi! Hiks hiks hiks!" tangis seorang anak perempuan cantik, lutut, siku, dan pergelangan tangannya berdarah. Luka lebam-pun menghiasiwajah yeoja mungil itu.
"Rasakan ini! Dasar Anak Nakal!"BYURRR... Se-ember air membasahi tubuh anak itu, entah mengapa aku tidak bisamembantunya. Aku hanya terdiam dari kejauhan seperti patung yang tak bisamelakukan apa-apa. PLAKKK.. Namja itu menampar yeoja mungil itu lagi.


+-+-+-+-+

"Aaaa.. Jangan!!"
Sudah pagi, cahaya matahari pagi yang silaumembangunkanku dari mimpi buruk itu. Aku melirik ke jam dinding yang tepatdidepan kasurku. 09.00 ternyata. Karena sekarang hari sabtu, sehingga sekolahlibur. Aku bergegas merapikan kasur yang aku pakai tidur. Lalu aku mandi.

+-+-+-+-+

[Di Namyeon Café]

            "AnnyeongOppa!" kataku menyapa Kyuhyun Oppa yang mungkin sudah menunggu lama"Sudah menunggu lama?" aku langsung duduk di sebuah kursi modern didepan Kyuhyun Oppa sehingga kami saling berhadapan
"Umm,, Maybe! First, mau pesan apaEoh?" tanya Kyuhyun Oppa ramah
"Aku,, disamakan saja dengan Oppa!"

» SKIP «

            2Piring kosong yang kotor dan 2 gelas jus jeruk ada di meja tempat aku danKyuhyun Oppa. Kyuhyun Oppa sudah berusaha mencari apa penyebab mengapa Akuselalu dihantui oleh yeoja misterius itu. Karena Kyuhyun Oppa itu Namja Indigo
"Chagi, aku sudah mengetahui kemungkinanpenyebab Yeoja misterius itu selalu mengganggumu!" ucap Kyuhyun Oppasantai lalu menyedot Jus Jeruk-nya lewat sedotan
"Apa itu Oppa?" tanyaku sangatpenasaran
"Pertama, mungkin, dia, ingin berkenalandenganmu, kedua, Mungkin dia ingin Balas dendam kepadamu, ketiga, mungkin diaingin meminta suatu bantuan kepadamu, dan yang keempat yaitu yang terakhir, diamungkin adalah saudaramu yang belum kamu ketahui dan dia ingin kamu mengakuiitu!" katanya perlahan
"Mwo?" kataku sambil melongo"Apakah itu benar Oppa?"
"Ya bisa saja, pasti alasannya salah satuantara yang aku sebutkan tadi!" ucap Kyuhyun Oppa meyakinkan. Aku mulaimengerutkan dahiku yang berarti aku mengingat semua kejadian masa laluku
"Oppa! Aku tak mengingat semuanya!"
"Hmm.." Kyuhyun Oppa mendengus"Ya sudah! Aku tau cara lain!"
"Bagaimana caranya Oppa?"
"Sudah! Kau ikuti aku saja!"

+-+-+-+-+

[Di Apartment Kyuhyun Oppa, Tepatnya di kamar tamuKyuhyun Oppa]

            Akusekarang ada di tamu kamar Kyuhyun Oppa. Dan aku diperintahkan untuk tidurdisana, sementara Kyuhyun Oppa duduk disebelahku
"Oppa! Kau tidak akan melakukan apapunpadaku kan?" kataku ragu
"Haha! Seohyun-ah! Kamu berpikiran apa sih,Chagi? Tenang saja! Memangnya aku sejahat apa?" ucap Kyuhyun Oppa tertawaringan
"Siapa tahu? Oppa kan sekarang mulaiyadong!"
"Sudahlah!" Kyuhyun Oppa menghelanapas "Sekarang kita mulai!"
"Oke!" kataku siap.
            KyuhyunOppa menelungkupkan tanganku di atas perutku. "BerkonsentrasilahSeohyun-ah! Lupakan dulu sementara semua beban dipikiranmu! Kosongkanpikiranmu!" katanya sambil menutup mata, dan tangan kanannya memegangkeningku. Aku mulai menatap langit-langit Apartment Kyuhyun Oppa. Lama-lama akumerasa kelopak mataku memberat dan terasa mengantuk. Perlahan semua mulai gelapdan ... Aku tidak ingat apapun yang terjadi.

+-+-+-+-+

Pukul 09.00
            Akuterbangun di kasur Kyuhyun Oppa. Untung saja aku sudah berkata kepada Eomma akuakan menginap di rumah teman dan ia mengizinkan.
Baru tersadar kalau Apartment Kyuhyun Oppasangat mewah. Catnya berwarna putih bersih, 60% tembok Apartment itu terbuatdari kaca bening yang sangat kuat. Barang kecil sampai barang besar ditatarapi. Aku berjalan ke ruang tengah mencari Kyuhyun Oppa. Dan aku menemukanKyuhyun Oppa sedang memainkan PSP mahal-nya.
"Sudah bangun Chagi?" ucap KyuhyunOppa yang tatapannya masih ke PSP
"Oahhmmm.." akupun menutup mulutkukarena aku menguap "Dimana kamar mandi Oppa?" lanjutku sambilmengucek mataku
"Kau tidak melihat? Tadi dikamar ada kamarmandi!"
"Oke! Aku akan mencuci mukaku!" katakulemas dan berjalan menuju kamar mandi.

+-+-+-+-+

            Setidaknya,aku sedikit agak segar setelah mencuci muka. Aku berjalan menuju sofa yang tadidipakai Kyuhyun Oppa memainkan PSP-nya. Dan ... Kyuhyun Oppa masih diposisitadi, seperti tak ada bosannya memainkan PSP-nya. Dan LCD TV-nya pun masihmenyala. Karena posisi Kyuhyun Oppa yang tiduran sambil memainkan PSP-nya, akusetengah duduk didepan kaki Kyuhyun Oppa
"Jadi,, Bagaimana semalam?" katakupelan
"Kemungkinan untuk Balas dendam sangatlahtidak mungkin!" katanya santai, lagi-lagi tatapannya masih ke arah PSP
"Mengapa bisa?"
"Ya! Karena masa lalumu adalah Yeoja yangbaik! Dan tidak mungkin ada seseorang balas dendam padamu!"
"Oke! Baguslah kalau begitu!"
10 Menit aku lalui dengan membosankan, KyuhyunOppa masih berkonsentrasi kepada PSP-nya dan aku hanya menonton tv. Aku kaliini mempunyai ide jahil. Dengan cepat aku mengambil PSP-nya
"Oppa! Sebenarnya Yeojachingu Oppa itu akuatau PSP ini sih?" aku mulai jengkel
"Kyaaa! Kembalikan Seohyun-ah!"katanya mencoba mengambil PSP-nya
"Shirreoyo! Jawab dulu Baru akukembalikan!" aku menjauhkannya
"Ya kembalikan dulu baru aku jawab!"
"Shirreoyo! Ahh!" Kyuhyun Oppamembantingku sehingga ia menindihku di sofa itu. Dan tiba-tiba Chu~ KyuhyunOppa mencium bibirku. Mataku membulat karena kaget. Sungguh, ini Ciumanpertamaku. Dan Kyuhyun Oppa pun melepaskan ciuman itu. Masih posisi tadi,
"Chagi! Dengar! Aku adalah Namja YatimPiatu! Aku tidak mempunyai keluarga siapapun! Akupun tidak tahu Eomma Appa-ku!Jadi! Aku mencintaimu lebih dari apapun!" aku masih diam "Oke! Akubuktikan!" Kyuhyun Oppa melemparkan PSP-nya ke lantai sampai PSP-nya mati.
Sekarang posisi-nya terbalik aku menindihKyuhyun Oppa.
"Oke! Kalau begitu, Oppa tahu kan kalau,Eomma dan Appa selalu bertengkar?"
"Umm,, nde! Arraseo!"
"Aku ingin membeli boneka keroro!"
"Mwo?" katanya kaget, aku pun bangundan sekarang posisiku duduk
"Ayolah Oppa! Ya! Ya! Ya!" katakumemelas
"Kyaaa! Mengapa Yeojachinguku menjadi manjaseperti ini sih?"
"Aku mohon Oppa! Ya!" aku mulaimenggoyang-goyangkan kaki Kyuhyun Oppa. Sehingga dia menyerah dan menghelanapas
"Nde Tapi..."
"Tapi apa?"
"Tapi Nanti Siang!"
"Kenapa?"
"Karena ini masih pagi, Chagi! Tidak adaMall yang buka pagi seperti ini! Nanti siang saja! Lagi pula kan kamu belummandi!"
"Yess..! Khamsanghamnida Oppa!"
Aku pun langsung menghela napas tenang dankembali menonton tv. Aku merasa tatapan evil mengarah kepadaku, setelah akumelirik ke Kyuhyun Oppa. Benar saja, dia menatap ku dengan evil-nya."Waeyo Oppa?" kataku keheranan. Ia tiba-tiba menarik tanganku,"Aaaa.. Oppaaa.."

+-+-+-+-+

[Di Mall]

            Sebuahboneka Keroro super besar dibawa oleh pelayan Kyuhyun Oppa. Sambil berjalanberkeliling Mall. Meskipun Kyuhyun Oppa Yatim Piatu, dia sukses dalam bekerja.Dan sekarang dia menjadi manager di Mall terbesar di Seoul, seperti sekarang,ini adalah Mall kedua dari 3 Mall yang dimiliki Kyuhyun Oppa. Aku kadang selaluheran sendiri, mengapa Orang Se-kaya, Se-tampan, dan Se-sukses Kyuhyun Oppabelum memiliki pasangan, tapi dia memilihku yang jelas berasal dari keluargaberantakan. Tak sadar aku sedang menatap Kyuhyun Oppa
"Kyaa! Jangan menatapku seperti itu!"
Aku pun menunduk. "Nde Oppa! Arraseo!"
3 Menit Kemudian
Tak tersadar aku menatap Kyuhyun Oppa lagi laluChu~ Kyuhyun Oppa mencium bibirku dengan sekejap mata
"Sudah aku bilang! Jangan menatapku sepertiitu!" katanya santai dengan menatap kearah jalan. Akupun kembali menunduk"Bagaimana kalau kita ke Shimyeonam Noodle! Disana Mie-nya lumayanenak!" aku hanya mengangguk.

Sambil mengunyah mie di mulutku, aku dan KyuhyunOppa berbincang-bincang.
"Oppa! Aku ingin ke toilet! Aku ke toiletdulu ya!" kataku sambil berdiri dari kursi yang tadi aku duduki
"Umm.. Nde! Jangan lama! Nanti mie-nyalama-lama tidak enak!" kata Kyuhyun Oppa dengan mulut penuh dengan Mie
"Nde Oppa!" akupun pergi ke toiletyang ada di café.

Setelah aku keluar dari pintu toilet, akumenghadap ke cermin besar dekan westafel hanya untuk mencuci tangan danmerapikan diri. Akupun merapikan rambutku yang 'agak' berantakan. Di toilet ituaku memang sendirian, sehingga aku sedikit ketakutan "hiks.. hiks..hiks.."
Ya Tuhan! Suara tangisan itu lagi! Mengapa lagi?Ya Tuhan! Tolong aku! Akupun mempercepat membereskan rambutku,"Seohyun-ah!" 'hantu' itu mulai memanggil namaku, suara itu sepertibayangan yang berlalu. Aku mulai ketakutan dan berjalan cepat menuju pintukeluar dari toilet.

"Oppa! Dia ada lagi!" katakuterburu-buru, lalu aku duduk di kursi yang ku pakai tadi dan aku bernapasdengan cepat
"Oke! Bernapas tenang dulu! Sekarangjelaskan padaku! 'Dia' itu siapa?" katanya menenangkanku
"Ya siapa lagi Oppa! Pasti Yeoja Hantu itu!Aku tidak kuat lagi Oppa!" kataku hampir menangis
"Tak apa, Chagi! Kalau begitu, bila HantuYeoja itu menghantuimu hanya saat kamu sendirian, berarti..."
"Berarti apa, Oppa?"
"Berarti alasannya bukan untuk memintabantuan kepadamu! Jadi, kemungkinannya tinggal dua! Yaitu Berkenalan denganmudan Hantu Yeoja itu adalah saudaramu!" akupun menghela napas
"Entahlah, Oppa!"

+-+-+-+-+

            Mobilmewah Kyuhyun Oppa yamg aku naiki melaju cepat, Kyuhyun Oppa akanmengantarkanku pulang ke rumah. "Chagi! Bagaimana Boneka Keroro-nya? Kamusuka 'kan?" kata Kyuhyun Oppa tersenyum sambil melihat ke arah jalan
"Nde Oppa! Aku suka! KhamsanghamnidaOppa!" kataku senang
"Sudah sampai! Biar aku yang bawakanBoneka-nya!" ucap Kyuhyun Oppa ramah
"Anniyo Oppa! Aku juga bisa sendiri! ..."
"Sudah aku saja!" Kyuhyun Oppa mulaimemaksa, dan aku hanya mengangguk.

            Tuk..Tuk.. Tuk.. Suara ketukan pintu terdengar setelah aku mengetuk pintu rumahku.Aneh, rumah terlihat sepi, sepi, bahkan sangat sepi. Seperti telah ditinggalkanbeberapa bulan. Padahal baru sehari aku meninggalkan rumah. Seseorang Ahjumalewat dan berjalan di belakang, dan ternyata itu adalah Ahjuma MinShi. Diatetanggaku yang paling baik
"Ahjuma! Eomma kemana? Mengapa rumahsepi?" kataku bingung
"Seohyun-ssi! Eomma-mu,, umm,, dia pergimeninggalkan rumah baru saja kemarin!" jawab MinShi Ahjuma ragu
"Kemana?" kataku agak memaksa
"Entahlah Seohyun! Tapi,, dia meninggalkansebuah kotak yang lumayan besar, dia berkata,, kotak itu haris diberikankepadamu saat kamu datang ke rumah ini!"
"Lalu,, mana kotaknya?"
"Tunggu sebentar!" MinShi Ahjuma-punmasuk ke rumahnya yang ada tepat disebelah rumahku. Tak lama kemudian, iamembawa sebuah kotak yang juga lumayan besar berwarna coklat kusam yangsepertinya berat "Ini, Seohyun!" lalu dia berikan kepadaku
"Khamsanghamnida Ahjuma!"
"Nde, cheonma! Permisi!" kata MinShiAhjuma, lalu dia pergi.

+-+-+-+-+

            "Untuk Seohyun, Seohyun-ah! Eommameminta maaf bila ada kasalahan yang Eomma perbuat selama ini! Dari mulaimemarahimu, sampai kamu menangis. Dan lainnya. Maafkan Eomma karena Eomma pergitanpa pamit, dan kabar kepadamu. Sungguh, Eomma tidak kuat lagi untuk menahansemua perbuatan Appa yang lebih memilih Yeojachingu-nya dari pada kita yangjelas-jelas istri dan anaknya sendiri. Semakin lama Appa mulai menjadi-jadi. Setelahkamu membaca ini, mungkin Eomma sudah pergi jauh, sangat jauh, dan lebih jauhdari yang kau bayangkan. Setiap kata yang Eomma tulis di dalam surat ini,mengandung banyak arti dari hati Eomma sendiri. Kadang mungkin Eomma egois, danlebih sibuk dengan pekerjaan Eomma tanpa melihatmu yang lebih utama. Terimakasih sudah mau membaca surat ini, meski mungkin Eomma menjadi orang yangpaling dibenci didunia bagimu. Eomma macam apa yang meninggalkan anaknyasendiri tanpa seorang Appa yang peduli. Dan mungkin kau bisa tinggal di rumahKyuhyun sementara sampai kau mempunyai rumah sendiri. Didalam kotak ini, adabanyak foto seorang Yeoja. Dan dia adalah Kembaranmu sendiri yang sekarangsedang di Amerika, namanya Seo Park Hyun. Dan disana ada nomor telponnya.
Eomma akhiri surat ini, Selamat tinggal Chagi!Saranghaeyo! Cinta Kasih, Eomma"

+-+-+-+-+

            Senjasunyi ini, posisiku masih seperti ini, mungkin akan seperti ini untuk beberapamenit kemudian. Apartment Kyuhyun Oppa berada di pegunungan sehingga aku merasatenang disini. Eomma, tega sekali Eomma meninggalkanku sendirian
"Chagiya!" Terdengar suara KyuhyunOppa dari balik pintu yang sudah terbuka, lalu dia berjalan mendekatiku danduduk di sebelahku "Sudah! Tak apa! Kan masih ada aku disini! Aku tak akanmeninggalkan kamu sendirian!" katanya menenangkanku sambil mengelusrambutku
"Tapi Oppa! Eomma adalah Eommaku! Tidak adayang bisa menggantikkannya! Hiks.. Hiks.. Hiks.." aku mulai menangismengingat Eomma, Kyuhyun Oppa memelukku, dan memberiku sebuah Smartphone. Tangisankuterhenti karena aku bingung
"Mwoya?"
"Telepon-lah saudara kembarmu itu! Siapatahu, dia sudah meninggal, dan menjadi Hantu Yeoja yang selalumengganggumu!"
"Betul juga Oppa!" akupun mengambilSmartphone itu dan mengetik nomor telpon yang ada si sebuah kertas didalamkotak itu
"Yeoboseyo!"
"(Yeoboseyo! Ini siapa?)" jawabseseorang lewat telepon
"Benar ini dengan Seo Park Hyun?"
"(Nde! Seo Park Hyun Imnida! Ini dengansiapa?)"
"Eonnie! Ini Seo Joo Hyun! Kenal aku?"
"(Tunggu,, aku pernah mengenal nama itu!Joohyun! Kamu adik aku kan?)"
"Nde Eonnie! Aku baru melihat wajah Eonniedari foto! Eonnie! Eomma pergi entah kemana, apakah dia memberi tahuEonnie?"
"(Mwo? Pergi? Aku tidak tahu! Karena sudah2 tahun ini aku tidak berkomunikasi dengan Eomma!)"
"Ya Tuhan!! Kalau begitu Eommakemana?"
"(...)"
"Eonnie! Eonnie! Yeoboseyo! Eonnie!Yeoboseyo! -- Oke, terputus Oppa!" kataku mengela napas
"Jadi?" tanya Kyuhyun Oppa singkat
"Maksudnya?"
"Jadi kesimpulannya apa?"
"Kesimpulan apa?" Kyuhyun Oppaberhenti berbicara sepertinya dia kebingungan
"Tunggu, tunggu! Kalau Saudaramu itu masihada dan Tinggal di Amerika, Yeoja Hantu itu siapa?"


♡☆★ツ THE END ♡☆★ツ

Tolong Beri Kritik, Saran, atau Komentar!


FF ini juga dapat dibaca di --> [Click here]

You Make My Life Complete!

Title : You Make My Life Complete!
Author : Park Soo Ra 
Genre : Sad, Romance 
Cast : 
- Seo Joo Hyun 
- Cho Kyu Hyun 
Support Cast : 
- Eomma Seohyun 
- Cho Ah Ra 

Add me on Facebook : [Click here]
Follow me at Instagram : [Click here]

ツ Happy Reading ツ 

*Seohyun POV* 
           Hidup ini memang tak adil! Semua orang yang ada dihadapanku berjalan dengan mudahnya, sementara aku? Aku duduk di kursi rodaku. Bila diibaratkan makhluk hidup, Kursi rodaku sudah letih menahanku selama 5 tahun lamanya, aku menjadi teringat peristiwa 5 tahun lalu yang membuat syaraf-syaraf kakiku jadi tak berfungsi lagi. 
»Flash Back 5 year ago« 
           Saat itu aku masih berumur 17 tahun, organ tubuhku sempurna seperti manusia biasa. Aku sedang berjalan pulang bersama Eommaku. Angin kencang sangat menakutkan saat itu yang disertai hujan sangat lebat, aku dan Eommaku tidak berteduh karena kami memakai jas hujan juga payung yang lumayan besar 
"Seo! Eomma beli camilan untuk dirumah ya! Kau ingin tunggu disini atau ikut Eomma?" tanya Eommaku 
"Emm! Aku tunggu dibawah pohon itu saja Eomma! Aku pesan Cheese Sweet Potato kesukaanku ya!" jawabku menolak sambil memesan camilan kesukaanku, Cheese Sweet Potato atau bisa disebut Ubi Keju 
"Yasudah! Tunggu ya! Eomma tak akan lama!" kata Eomma sambil meninggalkanku. 2 Menit Kemudian 
Krek.. Krek.. Krek.. 
Suara aneh terdengar dari pohon tempat aku berteduh, Angin Kencang beserta Hujan lebat belum juga reda malah lebih lebat. 
Krek.. Krek.. Krek.. Suara itu terdengar lagi yang membuat aku ketakutan dan BRUGG "Ahh!! Sakit! Tolong-tolooongg! Tolong aku!" teriakku kesakitan karena Batang Pohon yang menjadi tempat berteduhku ambruk menimpa kakiku, yang membuat kakiku membiru "Toloong! Tolong aku! Sakit! Hiks.. Hiks.. Hiks..!" aku mulai menangis karena itu terasa sakit sekali jalan saat itu sangat sepi. Dan semenjak itu, kakiku lumpuh. 
»Flash Back End« 
           "Seohyun-ssi! Aku membawa Sweet Potato Chips kesukaanmu!" teriak Seorang Namja yang mengagetkanku, dan dia adalah Kyuhyun Oppa 
"Oppa! Sudah aku katakan! Jangan dekati aku lagi!" jawabku tegas dan tak peduli, Tiffany Eonnie pernah berkata, bahwa Kyuhyun Oppa itu menyukaiku, tapi aku tak mau. Pastinya banyak Yeoja-yeoja cantik lain, apa yang lebih dariku? Aku hanya Yeoja lumpuh, aku takut Kyuhyun Oppa nanti malu bila berpacaran denganku! Malah aku takut Kyuhyun Oppa meninggalkanku begitu saja 
"Tapi ini sangat enak! Kau pasti suka! Ini buatan Ahra Noona!" kata Kyuhyun Oppa memaksa dan tetap tersenyum walaupun aku tak mau 
"Jeongmal Mianhaeyo Oppa! Aku tak bermaksud menolak Makanan buatan Ahra Eonnie! Hanya saja, aku sedang tak mau memakan camilan!" 
"Ya sudah! Bawa saja! Mungkin nanti untuk Eommamu! Ahra Noona yang memintaku untuk memberikan Sweet Potato Chips ini kepadamu! Mau ku antar kau kerumah?" 
"Aniyo Oppa! Aku bisa sendiri! Oppa sudah tahu kan? Rumahku dari taman ini tak terlalu jauh! Khamsanghamida untuk Sweet Potato Chips-nya!" 
"Oke! Annyeong!" kata Kyuhyun Oppa dan pergi meninggalkanku 

*KyuhyunPOV* 

           Lagi-lagi seperti ini! Seohyun tak menghiraukan aku! Padahal aku sangat tulus kepadanya, aku merencanakan untuk diam-diam mengikutinya untuk memastikan Seohyun baik-baik saja sampai ke rumah. Setelah Seohyun sampai dirumahnya dengan baik-baik saja, aku pulang ke rumahku 
"Aku Pulang!!" teriakku 
"Bagaimana? Berhasil?" tanya Ahra Noona setelah aku menrebahkankan diriku ke sofa di ruang tengah 
"Sangat Tidak berhasil!" "Sudah aku bilang! Mungkin Seohyun tak mempunyai perasaan sama sepertimu!" 
"Anni Noona! Aku juga tahu! Mungkin dia mengira aku hanya mempermainkannya saja!" 
"Ya sudah lah! Terserah.. Aku hanya membantu saja! Jadi kau ingin tetap seperti ini?" 
"Aku akan selalu seperti ini sebelum Seohyun mengerti apa yang terjadi!" 

[Di Rumah Seohyun] 
*Seohyun POV*

           "Aku pulang!" teriakku 
"Mengapa sebentar sekali ke Tamannya?" tanya Eomma keluar dari ruang dapur 
"Aku hanya merasa bosan!" 
"Toples apa itu?" 
"Oh ini? Ini Sweet Potato Chips! Ini buatan Ahra Eonnie, tapi yang memberikannya Kyuhyun Oppa!" 
"Wah! Mereka baik ya!" 
"Ne! Ini Eomma!" kataku memberikan toples itu dan pergi ke kamarku. 

[Besoknya] 
*Author POV* 

           Tuk.. Tuk.. Tuk.. Suara ketukan pintu terdengar, dan itu adalah Seohyun yang mengetuk pintu rumah Kyuhyun, tepatnya rumah kakak Kyuhyun, Ahra. "NE!" terdengar suara seorang Yeoja, yang pasti itu suara Ahra "(Syukurlah! Bukan Kyuhyun Oppa!)" kata Seohyun dalam hati 
"Eh! Kau Seohyun! Ada apa kesini? Ayo masuk!" kata Ahra ramah sekalian kaget melihat Seohyun datang 
"Eh! Tidak usah Eonnie! Aku hanya ingin mengembalikan Toples bekas Sweet Potato Chips kemarin! Jeongmall Khamsanghamnida Eonnie! Aku suka!" 
"Oh! Mengapa terlalu cepat? Santai saja!" 
"Tapi kan ini milik Eonnie! Sudah ya! Aku ada keperluan lain! Annyeong!" kata Seohyun dan pergi dengan kursi roda-nya. Saat mendekati Pagar rumah Ahra, Seohyun bertemu dengan Kyuhyun yang akan masuk ke rumahnya. Seohyun pura-pura 'cuek' kepada Kyuhyun walaupun hatinya tak mau, tapi bagaimana lagi? Sementara Kyuhyun tetap tersenyum. Saking tak serius menggerakkan kursi rodanya, Kursi roda Seohyun menggeleng batu dan BRUGG... 
"Ahh!" 
Seohyun jatuh dari kursi rodanya yang sekarang terguling 
"Kyaaa... Seohyun-ah! Kamu kenapa?" kata Kyuhyun berbalik dan mendekati Seohyun yang jatuh terduduk. Ia langsung membenarkan Kursi Roda Seohyun yang tadinya terguling 
"Aniyo Oppa! Na Gwechanayo! Aku tadi hanya terjatuh!" Setelah mendengar itu, Kyuhyun mengangkat tubuh Seohyun dan membantunya duduk di kursi rodanya 
"Tidak ada yang terluka 'kan? Apa ada yang sakit?" 
"Aniyo Oppa! Sudah aku bilang Na Gwechanayo! Tidak ada yang sakit!" 
"Kalau tidak ada, aku antar kau pulang ya!" 
"Aniyo Oppa! Tidak usah! Aku bisa sendiri!" 
"Nanti bagaimana bila dijalan kau jatuh seperti tadi? Dan tidak ada orang yang membantu?" 
"Tidak Oppa! Aku akan Hati-hati! I Promise!" 
"Tidak! Aku akan tetap mengantarmu sampai rumah! Titik!" 

[Sampai di Rumah Seohyun] 
*Seohyun POV* 

           "Syukurlah kau pulang Seohyun! Sekarang ayo kita Terapi!" kata Eomma sudah bersiap-siap untuk mengantarkanku terapi 
"Terapi?" kata Kyuhyun Oppa keheranan 
"Ya! Terapi! Seohyun kan sebulan sekali harus terapi! Seohyun! Ayo siap-siap!" Aku mengangguk dan pergi ke ruanganku. 

*Author POV* 

           "Ahjumma! Apakah ada kemajuan dari terapi itu?" tanya Kyuhyun kepada Eomma Seohyun 
"Sangat sedikit! Mungkin karena dia tidak semangat untuk sembuh!" jawab Eomma Seohyun sambil membereskan barang-barang untuk dibawa ke tempat terapi 
"Tapi, uang untuk terapi itu darimana?" 
"Sepeninggal Appanya, Seohyun terapi dari uang ansuransi jiwa Appanya! Itu amanat Appanya! Kyuhyun! Kau harus berjanji kepada Ahjumma! Kau menjaga dan menyemangati Seohyun agar sembuh!" kata Eomma Seohyun sambil memegang pundak Kyuhyun 
"Ne Ahjumma! Na Yagseoyo (berjanji)! Aku akan menjaga Seohyun!" Setelah itu, Seohyun datang dan mereka pergi tempat terapi bertiga menggunakan mobil Appa Seohyun dan Kyuhyun yang menyetir. 

[Sampai di Seoul International Hospital] 

           Seohyun sekarang sedang di terapi, dari luar ruangan terlihat Eomma Seohyun, dan Kyuhyun menunggu "Ya Tuhan! Ahjumma lupa! Seharusnya Ahjumma membawa surat pemeriksaan sebelumnya!" 
"Mau kuantar Ahjumma?" tawar Kyuhyun 
"Aniyo! Kamu tunggu saja disini! Temani Seohyun sampai selesai! Lagipula Ahjumma bisa menyetir sendiri!" 
"Ne Ahjumma! Hati-hati!" 

[10 menit kemudian] 

           Terapi Seohyun sudah selesai, dan Kyuhyun dibolehkan masuk ke ruangan terapi "Oppa! Mana Eomma?" tanya Seohyun lemas 
"Dia pulang sebentar! Tapi dia akan kembali lagi!" 
Kring.. Kring.. Kring.. 
"Oppa! Handphone-ku berbunyi! Tolong jawab ya!" kata Seohyun lemas 
"Oh! Ne! Tunggu ne!" setelah itu Kyuhyun mengangkat Ponsel Seohyun 
"Yoboseo!",, "Ohh! Anniyo! Saya bukan Seohyun! Saya temannya! Waeyo?",, "Mwo? Sekarang ia ada dimana?",, "Baik! Saya akan kesana!",, begitulah jawab Kyuhyun terhadap 'Sang Penelpon' 
"Waeyo Oppa?" tanya Seohyun terkaget 
"Emm,, Emm,, Ann,, Anniyo! Aku keluar sebentar ne! Sebentar saja! Tunggu ne!" setelah itu Kyuhyun keluar. 

*Kyuhyun POV* 

           Ya Tuhan! Mengapa bisa terjadi? Aku benar-benar menyesali semua ini! 
"Ahjumma! Ahjumma! Ahjumma kenapa?" kataku sambil menggerak-gerakkan lengan Eomma Seohyun yang sedang terbaring lemas dengan tubuh berlumuran darah 
"Tuan! Mobil seseorang dari belakang menabrak mobil yang sedang dikendarainya!" jawab seorang dokter yang terlihat lesu dan pergi.. 
"Ya Tuhan! Ahjumma!" kataku kaget dan kembali menggerak-gerakkan lengan Eomma Seohyun 
"K..kk..Kyu..hyun! A..ah..Ahjjj..umma p..pegg..ang jj..aan..jji.. Kkammu!" kata Eomma Seohyun terpatah-patah "Ne Ahjumma! Na yagseoyo! Hiks.. Hiks.. Hiks... Tapi Ahjumma jangan pergi dulu! Bila ahjumma pergi, Seohyun tinggal dengan siapa?" kataku mulai menangis 
"Ahjumma titip Seo di rumahmu! Bantu dia sampai sembuh! Setelah dia bisa berjalan, biarkan dia pergi mencari tempat tinggalnya sendiri!" setelah itu, Eomma Seohyun lemas yang menghembuskan napas terakhirnya. 

[Di Ruangan Terapi Seohyun] 
*Seohyun POV* 
           Kemana Kyuhyun Oppa ini? Dia berkata hanya sebentar, tetapi hampir setengah jam dia pergi! Perasaanku kali ini ada yang tidak beres, jangan-jangan ada yang terjadi? Sudahlah! Kyuhyun Oppa datang dengan wajah sembab seperti baru saja menangis tanpa sepatah kata, Kyuhyun Oppa memelukku dengan erat "Waeyo Oppa? Mengapa Oppa mengangis?" kataku sambil melepaskan pelukan itu perlahan "Eomma-mu!" 

[2 hari kemudian] 

           Sepeninggal Eomma, sekarang aku menjadi yatim piatu, Kyuhyun Oppa memintaku untuk tinggal di rumah Kakaknya. Aku merasa kesepian, tanpa Eomma, semua terasa hampa. 

*Kyuhyun POV* 

           "Seohyun-ah! Ayo makan! Sudah dua hari kamu tidak makan! Aku takut nanti kamu sakit!" kataku lembut sambil mendekatkan sesendok nasi ke mulut Seohyun, tetapi Seohyun tetap saja dengan tatapan kosongnya kearah jendela, walaupun ia sudah berwajah pucat 
"Dongsaeng! Seohyun mau makan?" tiba-tiba Ahra Noona datang dari balik pintu, aku hanya menggeleng tanpa berkata apapun
"Mana! Biar aku saja! Kamu keluar dulu!" 

*Author POV* 

           "Seohyun-ah! Kamu mau makan? Kamu tahu kan? Kamu sudah dua hari tidak makan!" kata Ahra lembut. Seohyun hanya menggeleng, Ahra lalu menghela napas tetapi tetap tersenyum 
"Perasaanku sama sepertimu saat Eomma dan Appaku meninggal bersamaan, Hidupku terasa hancur, Kyuhyun hanya keluargaku satu-satunya. Setelah sebulan dua bulan kemudian aku menyadari bahwa menyesal seperti ini tak akan membuat Eomma Appaku kembali. Dan semenjak saat itu, tujuan utamaku adalah membuat Eomma Appaku tersenyum bahagia melihat perbuatanku di dunia dari atas sana! Jadi kau mengertikan? Aku yakin, Eommamu juga pasti akan tersenyum bahagia melihat kau sudah sembuh dari atas sana!" ucap Ahra panjang lebar, mendengar ucapan itu, Seohyun mulai tegak kembali dan tersenyum lalu memeluk Ahra 
"Khamsanghamnida Eonnie! Aku mengerti sekarang! Terima kasih atas nasihatnya!" kata Seohyun menitikkan air mata lalu melepaskan perlukannya perlahan 
"Ne Cheonma! Sekarang kau mau makan kan?" Seohyun hanya mengangguk dan tersenyum manis. Ahra-pun keluar meninggalkan Seohyun 

[Di luar Kamar Seohyun] 

           "Bagaimana Noona? Seo mau makan?" tanya Kyuhyun 
"Ya! Sekarang dia mau makan!" jawab Ahra sambil tersenyum 
"Oke! Baguslah!" 

[Besoknya] 
*Seohyun POV* 

           Aku sedang duduk di taman Rumah Ahra Eonnie, Perkataan Ahra Eonnie kemarin membuatku sadar, dan aku janji kepada diriku sendiri, untuk membanggakan Eomma di atas sana. 
"Seo! Aku mencarimu kemana-mana! Ternyata kau ada di sini! Haha!" teriak Kyuhyun Oppa dari depan pintu 
"Emm,, ne Oppa! Aku ada disini!" Dan Kyuhyun Oppa mendekatiku dan duduk disebelahku. Sekitar beberapa Menit kami hanya diam tak berkata apapun 
"Seo! Aku mau bertanya sesuatu!" tanya Kyu Oppa memecahkan kesunyian 
"Emm.. Boleh! Tanya apa Oppa?" kataku pelan 
"Kenapa semenjak kakimu lumpuh dan sebelum Eommamu meninggal kamu seperti benci kepadaku! Apa salahku? Padahal kan kamu sahabatku dari kecil!" 
"Emm.. Oppa! Sejak itu, aku takut Oppa membenciku karena aku lumpuh! Atau mungkin Oppa malu bila aku berjalan denganku!" Mendengar itu, mata Kyu Oppa membulat karena kaget 
"Anniyo Seo! Aku tidak seperti itu! Aku tulus menyayangimu!" 
"Tapi Oppa..." Cup~ belum selesai aku berbicara, tiba-tiba Kyu Oppa mencium bibirku lama sekali lalu memelukku. 

*Ahra POV* 

           Kemana Kyuhyun ini? Aku sangat butuh dia! Ahh! Dasar Dongsaeng yang menyebalkan! Disaat aku membutuhkannya, dia malah menghilang! Akupun berjalan ke halaman rumahku, siapa tahu, mungkin Kyuhyun ada disana. "Dong..." belum selesai aku memanggilnya, aku melihat Kyuhyun dan Seohyun berciuman. Aku takut mengganggunya, aku hanya diam dan tersenyum. 

EPILOG 

[Beberapa Bulan Kemudian] 
*Author POV* 

           Seorang wanita cantik bergaun putih bersih berjalan dengan mantapnya, walaupun ia belum terlalu lancar berjalan kembali. Semua Orang yang ada di Gedung Pernikahan itu terkesima dengan kecantikan Seohyun atau Sang Pengantin Wanita, tak terkecuali Sang Pengantin Pria, Kyuhyun, dan Sesi Pernikahanpun dimulai. 
           Cincin berlian indah sudah terpasang di jari manis kedua Pengantin tersebut, itu artinya, Mereka sudah menjadi Suami-Istri, Merekapun berpelukan lalu berciuman. 

★ツ♪THE END ★ツ♪
Tolong beri Kritik, Komentar atau Saran,
Kamsahamnida!